Berita


Diskusi Online INDEF "Menata Ulang Industri Perunggasan yang Berdaya Saing"

| 11/11/2020

Karakteristik Industri perunggasan yang mampu menggerakkan ekonomi rakyat skala kecil hingga besar dan mengintegrasikan potensi perekonomian dari hulu hingga hilir menjadikannya salah satu industri unggulan. Kendati begitu potensi besar industri perunggasan nyatanya masih menyimpan sejumlah permasalahan kompleks, di antaranya terkait isu over supply dan kestabilan harga jual ayam hidup, karkas, maupun telur. Di sisi lain, persoalan kian pelik akibat over supply yang terjadi tak bisa serta merta diatasi dengan melakukan ekspor dikarenakan ayam dalam negeri termasuk tak kompetitif. Lantas bagaimana strategi yang dapat ditempuh dalam mewujudkan industri perunggasan dengan segala potensinya menjadi bersaya saing? Diskusi Online INDEF hadir dengan tema "Menata Ulang Industri Perunggasan yang Berdaya Saing"

Serial Diskusi Online INDEF tentang UU CK

| 04/11/2020

Meski telah disahkan, UU Cipta Kerja terus menghadapi polemik. Kontroversi terus hadir karena UU tersebut dianggap tidak mengakomodasi partisipasi publikasi. Revisi total halaman semakin menambah keraguan publik terhadap UU tersebut. Serial Diskusi Online INDEF tentang UU Cipta Kerja hadir membahas berbagai isu yang ada didalamnya.

Serial Diskusi Online INDEF NK RAPBN Edisi 3 "Politik APBN dan Masa Depan Ekonomi"

| 02/09/2020

Serial Diskusi Online INDEF kali ini akan hadir dengan tema ketiga, yakni "Politik APBN dan Masa Depan Ekonomi". Bersama itu akan diadakan launching buku dalam rangka 60 Th. Didik J. Rachbini dan 57 Th. Bustanul Arifin. Bagi peserta yang ingin ikut bergabung silakan kunjungi link webinar yang sudah dicantumakan. Terima kasih. Rabu, 2 September 2020 13.00 - Selesai Pembicara: Didik J. Rachbini (Ekonom senior INDEF) Bustanul Arifin (Ekonom senior INDEF) Agus Herta Sumarto (Peneliti INDEF) Riza Annisa Pujarama (Peneliti INDEF) Moderator: Aviliani (Ekonom Senior INDEF)

Serial Diskusi Online INDEF NK RAPBN Edisi 1 "Meneropong Arah Makroekonomi 2021"

| 27/08/2020

Pandemi Covid-19 memberikan tekanan yang cukup berat terhadap perekonomian global maupun domestik sehingga menghasilkan baseline pertumbuhan ekonomi yang rendah pada tahun 2020. Selain itu, risiko ketidakpastian tahun depan juga masih perlu untuk diantisipasi. Pemerintah dan DPR sebelumnya telah menyepakati asumsi makro ekonomi yang mana pertumbuhan ekonomi diperkirakan di kisaran 4,5-5,5 persen. Asumsi tersebut bagi beberapa kalangan memang terlalu optimis. Lantas bagaimana telaah kritis terhadap asumsi makro tersebut? Serial Diskusi Online INDEF hadir dengan tema pertama: "Meneropong Arah Makroekonomi 2021" Selasa, 25 Agustus 2020 13.00 - selesei Pemateri: Eko Listiyanto (Wakil Direktur INDEF) Iman Sugema (Ekonom senior INDEF) M. Rizal Taufikurahman (Ketua Center Macro and Finance, INDEF) moderator Iswandi (Asisten Peneliti INDEF)

Serial Diskusi Online INDEF NK RAPBN Edisi 2 "Membedah Pemulihan Ekonomi Nasional 2021"

| 27/08/2020

Dalam RAPBN & Nota Keuangan 2021 pemerintah menggelontorkan Rp356,5 triliun, setara 12,9% total belanja pemerintah, untuk Program Pemulihan Ekonomi Nasional 2021. Anggaran ini tersebar ke dalam beberapa sektor seperti UMKM, penanganan kesehatan, perlindungan sosial, pembiayaan korporasi, insentif usaha, hingga kementerian dan lembaga. Lantas, sudah tepatkah alokasi anggaran ini untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional? Serial Diskusi Online INDEF hadir dengan tema kedua: "Membedah Pemulihan Ekonomi Nasional 2021" Kamis, 27 Agustus 2020 09.30 - 11.30 Pemateri: Aviliani (Ekonom Senior INDEF) Tauhid Ahmad (Direktur Eksekutif INDEF) Media W. Askar (Peneliti INDEF) moderator M. Fadhil Firjatullah (Asisten Peneliti INDEF)

ISPE Alumni Forum Serial Kedua

| 12/08/2020

Webinar: ISPE Alumni Forum: Mungkinkan Investasi dan Perdagangan di Tengah Ancaman Resesi? Ekonomi global saat ini berada ditengah ancaman resesi akibat pandemi Covid19. Satu persatu negara didunia mengumumkan kabar buruk, tak terkecuali negara Indonesia yang mengalami kontraksi ekonomi pada kuartal II-2020 sebesar negatif 5,32 persen. Pertumbuhan ekonomi yang rendah tersebut juga berpengaruh terhadap investasi asing yang masuk ke Indonesia. ISPE Alumni Forum serial ke-2 membahas mengenai masa depan perdagangan Internasional di saat pandemi Covid-19. Kegiatan ini juga merupakan sarana komunikasi dalam mengemukakan gagasan

Press Release INDEF “Hadapi Resesi, Lindungi Rakyat: Respon Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II 2020”

| 06/08/2020

Perekonomian Indonesia pada triwulan II 2020 mengalami kontraksi dengan laju pertumbuhan sebesar -5,32 persen yoy. Kontraksi ini bahkan lebih dalam dari perkiraan banyak pihak, dan menjadi angka pertumbuhan terendah sejak Era Reformasi (tepatnya sejak triwulan I 1999 yang tumbuh -6,13 persen yoy). Segenap upaya untuk mengakhiri kontraksi ekonomi agar tidak masuk ke jurang resesi dilakukan dengan berbagai perangkat kebijakan, baik fiskal, moneter, dan sektor riil. Press release INDEF dengan tema “Hadapi Resesi, Lindungi Rakyat: Respon Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II 2020”.

Webinar: Relocating Investment to Indonesia in the Time of Covid-19: Opportunity and Challenges

| 04/08/2020

Webinar: Relocating Investment to Indonesia in the Time of Covid-19: Opportunity and Challenges Webinar internasional yang diselenggarakan atas kerjasama INDEF, International Tax and Investment Center (ITIC) dan The Jakarta Post dengan Tema “Relocating Investment to Indonesia in the Time of Covid-19: Opportunity and Challenges”. Webinar ini menghadirkan 2 keynote speaker yaitu Bapak Bahlil Lahadalia selaku Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Bapak Agus Gumiwang Kartasasmita selaku Menteri Perindustrian RI. Materi Pembicara dapat diunduh di sini Dokumentasi acara hari ini juga dapat disimak kembali di sini https://www.youtube.com/watch?v=si0o-0k1a-g

Diskusi Online INDEF "Menguji efektivitas Pemulihan Ekonomi Nasional untuk UMKM dan BUMN"

Tim Peneliti INDEF | 10/06/2020

Dalam rangka menghadapi tekanan ekonomi akibat Covid-19, Pemerintah mengucurkan dana Pemulihan Ekonomi Nasional mencapai Rp677 triliun. Defisit anggaran juga dilebarkan hingga Rp1.039 triliun. Dari sisi penawaran, dukungan fiskal diarahkan untuk stimulus bagi UMKM dan BUMN. Namun demikian, isu yang muncul adalah soal efektivitas stimulus PEN di tengah melebarnya defisit APBN. Tentu akan banyak tantangan dan problem lain yang muncul dari pelaksanaan kebijakan ini.

ISPE Lecture #11 Indonesia dan Dunia Usai Corona

Tim Peneliti INDEF | 18/05/2020

Pada topik kali ini INDEF ingin mengetahui bagaimana dan seperti apa Indonesia serta dunia seusai pandemi corona yang melanda hampir setiap negara di seluruh dunia baik sisi sosial dan ekonomi. Setelah peristiwa tersebut dikenal dengan sebutan new normal yang belakangan terakhir sering disebut oleh media dan bagaimana deskripsi kondisi new normal tersebut.

ISPE Lecture Sharia #02 Dampak Covid-19 Terhadap Perkembangan Industri Halal di Indonesia

Tim Peneliti INDEF | 15/05/2020

Pandemi Covid-19 yang telah menjangkit hampir seluruh negara di dunia tentu berdampak terhadap roda perekonomian, tak terkecuali di Indonesia yang juga terkena shock dari adanya pandemi. Di sisi lain Pandemi ini menjadi momentum sektor ekonomi syariah untuk berperan di saat ekonomi konvensional gyambruk. Pada ISPE Lecture Sharia #2 kali ini membahas bagaimana Covid-19 berdampak terhadap industri halal dan seperti apa peran industri halal berperan dalam kebangkitan perekonomian nasional.

ISPE Lecture #10 Analisis Ekonomi Kelembagaan Kebijakan Penanganan Covid-19

Tim Peneliti INDEF | 13/05/2020

Ekonomi kelembagaan dalam konteks ekonomi di desain karena beberapa hal yakni adanya aturan main dalam suatu kegiatan untuk memperkuat kepastian dan mengurangi biaya transaksi sehingga diperoleh kepastian dan efisiensi. Tingkat analisis kelembagaan dibagi menjadi makro yakni tataran pembuat peraturan dan payung hukum, meso bagaimana sumber daya yang ada dapat diorganisasikan dalam aktivitas ekonomi sehingga dapat menjadi jembatan eksekusi di lapangan dan mikro adalah aturan main yang memungkinkan seluruh partisipan dapat bekerja sama dan menjalankan aktivitas tersebut.

ISPE Lecture #9 Efektivitas Kebijakan Industri dan Ketenagakerjaan di Era Pandemi

Tim Peneliti INDEF | 11/05/2020

Covid-19 memberi dampak bagi rantai pasok dunia yang menghambat aliran barang hingga mengakibatkan PMI manufaktur terjun bebas di mana sebelum terjadi pandemi, PMI Indonesia mengalami kecenderungan ekspansif. Menarik untuk dibahas bagaimana dampak terkait industry dan faktor produksi terutama tenaga kerja.

ISPE Sharia Lecture "Peran Keuangan Sosial Islam (ZISWAF) dalam Mitigasi Dampak Covid-19"

Tim Peneliti INDEF | 08/05/2020

Ekonomi dibagi menjadi dua yakni ekonomi normatif dan positif. Di mana ekonomi normative merupakan pemikiran ekonomi yang berkaitan dengan norma, etika dan aturan keadilan. Pada lingkup ini tidak mengedepankan fakta empiris, namun mengedepankan apa yang seharusnya dilakukan supaya menjadi kebaikan dan kesejahteraan terhadap masyarkat luas. Pada topik kali ini seperti apa peran keuangan sosial islam (ziswaf) dalam melakukan tindakan guna memitigasi dampak dri Covid-19 bagi kesejahteraan masyarakat secara luas.

ISPE Lecture #8 Analisis Ekonomi Pertanian Saat dan Setelah Pandemi

Tim Peneliti INDEF | 06/05/2020

Kondisi adanya lockdown akan mengganggu terhadap rantai pasok barang, tidak terkecuali pada bahan pangan yang terjadi disrupsi. Selain itu, adanya pembatasan mengubah pola konsumsi dengan berkurangnya tingkat komsumsi. Stok bahan pangan global mengalami penyusutan khususnya pada stok pangan beras. Hal ini disebabkan lockdown sehingga daerah produsen mengutamakan kebutuhan domestrik mereka. Ketersediaan bahan pangan lain pun juga akan memengaruhi pada komoditas pangan lain sehingga dapat terjadi gejolak

ISPE Lecture #7 Efektivitas Perppu No 1/2020 terhadap Sektor Keuangan dan Perbankan

Tim Peneliti INDEF | 04/05/2020

Pemerintah meluncurkan stimulus dengan merilis Perppu No 1/2020 tentang kebijakan keuangan dan stabilitas sistem keuangan guna mengantisipasi krisis yang diakibatkan pandemi Covid-19. pada perjalanannya Perppu ini mengalami berbagai pro dan kontra di dalamnya. Pada ISPE Lecture ketujuh berkesempatan untuk membahas seberapa efektif kebijakan Perppu ini dalam menghadapi krisis Covid-19.

ISPE LECTURE #6 Economics and Covid-19: Theory and Policy Implication

Tim Peneliti INDEF | 30/04/2020

Pandemi Covid-19 telah menghambat bahkan menghentikan kegiatan perekonomian nasional hingga perekonomian dunia. Mulai dari terhambatnya rantai pasok dunia hingga terganggunya sejumlah aktivitas penduduk. Hal ini membutuhkan intervensi dari pemerintah guna menanggulangi dari dampak adanya pandemi Covid-19 melalui kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Lantas kebijakan-kebijakan seperti apa saja yang perlu diperhatikan oleh pemerintah dalam penanganan Covid-19.

Diskusi Online INDEF Analisis Big Data (Bagian 2) ”Kebijakan Penanganan Covid-19: Sentimen atas Kebijakan Ekonomi”

| 26/04/2020

Riset Big Data ini adalah percakapan, perbincangan, pernyataan, sikap dan sentimen orang yang berpartisipasi di dalam proses kebijakan melalui media sosial. Untuk mengetahui rasa pastel spesial enak atau tidak, maka pertanyaan atau pernyataan yang paling tepat adalah berasal dari ahli makanan chef atau setidaknya ditanyakan kepada orang yang pernah merasakannya. Pertanyaan yang diajukan kepada sembarang orang yang sama sekali tidak pernah merasakan dan tidak tahu sama sekali pastel tersebut sangat tidak tepat

Diskusi Online INDEF "Kebijakan Fiskal dalam Penanganan Covid-19: Studi Kasus Jepang, UK, dan USA"

| 25/04/2020

USA adalah negara dengan pandemi covid-19 yang kasusnya sudah tembus 710.021 Kasus atau 31,5 persen dari total kasus di dunia. Hal ini menjadikan USA sebagai negara dengan kasus terparah. Negara Paman Syam ini terus mengupayakan adaptasi kebijakan melalui stimulus fiskal untuk tetap mendorong perekonomiannya. Tidak hanya USA, Jepang dan UK juga bergerak juga untuk memitigasi dampak covid-19 melalui kebijakan fiskal. Terkait kebijakan fiskal, kira-kira kebijakan apasaja yang diambil oleh ketiga negara ini, Bagaimana pula ketiga negara manangani dampak ekonomi tersebut? dan pelajaran yang bisa dipetik oleh untuk kebijakan di Indonesia?

ISPE Lecture #4 Antisipasi Krisis Pangan Baru

Tim Peneliti INDEF | 23/04/2020

Sekitar bulan Januari akan terjadi ketidakpastian iklim yang meningkat, kemudian posibility kegagalan panen dengan luasan kegagalan panen yang semakin luas. Hal ini mau tidak mau memaksa kita harus meningkatkan produksi pangan, namun kondisi yang kini terjadi karena adanya pandemi kemudian memunculkan potensi krisis pangan. Hal ini sebelumnya juga telah diingatkan sebelumnya oleh FAO karena adanya pandemi global yang menyebabkan terhambatnya rantai pasok khususnya di sektor pangan.

ISPE LECTURE #3: Efektivitas Kebijakan Fiskal di Masa Pandemi

Tim Peneliti INDEF | 20/04/2020

Sejak Maret pemerintah telah memberikan stimulus, baik sektor pariwisata maupun sektor lain guna mengatasi dampak dari COvid-19. Hingga pemerintah resmi mengeluarkan Perppu No. 1 Tahun 2020 guna mengantisipasi dampak pandemi Covid-19 dengan segala kontroversialnya karena terdapat indikasi yang dapat menimbulkan adanya moral hazzard

Diskusi Online INDEF Menggali Beleid Krusial RUU Minerba

Tim Peneliti INDEF | 15/04/2020

Proses revisi UU Minerba terkesan sangat terburu-buru dan tertutup. Pembahasan DIM oleh Pemerintah diselesaikan dalam waktu 10 hari. Jika melihat draft RUU Minerba dan DIM dari Pemerintah tahun 2018 yang beredar, pasal-pasalnya terkesan eksploitatif dan dapat membuka ruang rente baru.

ISPE Lecture #1

Tim Peneliti INDEF | 13/04/2020

Tahun 2016, INDEF meluncurkan ISPE yang sudah memiliki lebih dari 800 alumni dari 28 angkatan. Saat ini ISPE akan meluncurkan program kuliah umum yang berjudul ISPE LECTURE yg akan hadir via Zoom dan YouTube.

Press Conference INDEF “Meracik Vaksin Ekonomi Hadapi Pandemi”

Tim Peneliti INDEF | 24/03/2020

Pandemi virus Covid-19 atau yang umum disebut virus Korona di masyarakat kian hari semakin menjangkiti perekonomian Indonesia. Dampak ekonomi akibat virus ini semula hanya menggerus sisi eksternal perekonomian Indonesia melalui kenaikan sejumlah komoditas impor dari China. Namun, seiring penyebaran virus yang sangat cepat [Sampai dengan 23 Maret 2020, sebanyak 579 orang di Indonesia positif Korona, sembuh 30 orang, dan 49 meninggal dunia (Pusat Informasi Covid-19, 2020)], stabilitas perekonomian pun terkena dampak. Nilai tukar Rupiah terus melemah tajam, sementara pasar bursa pun meradang seiring laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terkoreksi dalam. Pertumbuhan ekonomi pun diperkirakan akan melambat drastis, terkikis oleh penjalaran dampak virus ke berbagai sektor di perekonomian.

Press Conference INDEF: Salah Kaprah Status Negara Maju!

Tim Peneliti INDEF | 27/02/2020

Indonesia telah dikeluarkan sebagai anggota negara berkembang dalam prinsip hukum Countervailing Duty (CVD) pada 10 Februari 2020. Hal ini disebabkan dua alasan yakni share dalam perdagangan dunia telah diatas 0,5 % dan menjadi aggota dalam kelompok Group Twenty (G-20). Implikasi dari hukum countervailing duty yang sebelumnya mendapatkan keringanan penyediaan subsidi hingga 2 % dan volume standar impor yang diabaikan akan dihapuskan. Dampaknya adalah pihak USTR Amerika Serikat akan melakukan penyelidikan atas berbagai produk impor Indonesia serta akan melakukan tindakan balasan yang akan ditentukan kemudian

ISPE – HMI: Politik Pembangunan Indonesia

Tim Peneliti INDEF | 24/01/2020

Awal tahun 2020, ISPE kembali digelar pada tanggal 24-25 Januari 2020 di Jakarta dengan mengangkat tema “Politik Pembangunan Indonesia” bekerja sama dengan BPL PB HMI. Setelah proses panjang mulai tahap pendaftaran yang dibuka sejak November 2019 hingga Januari 2020, terpilih 26 orang peserta dari seluruh Indonesia yang berhak mengikuti pelatihan ISPE-HMI ini. ISPE angkatan 28 ini merupakan salah satu ISPE yang dilaksanakan dalam negeri tetapi dengan diversifikasi peserta yang sangat beragam ditilik dari asal daerahnya yang hampir mewakili seluruh kepulauan besar di Indonesia. Semangat para peserta ISPE-HMI yang keseluruhannya adalah mahasiswa aktif bergabung dengan organisasi HMI adalah orang-orang terpilih dengan melihat prestasi akademik dan non-akademik

ISPE Germany: “Political Economy and Sosio Economic Development: The Comparison of Indonesia and Germany”

Tim Peneliti Indef | 02/11/2019

Hamburg, 25 Oktober 2019 – Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) mengadakan kegiatan INDEF School of Political Economy (ISPE) angkatan XXVI pada tanggal 24-25 Oktober 2019 di Konsulat Jenderal Republik Indonesia Hamburg, Jerman. Tema yang diangkat dalam ISPE kali ini adalah “Political Economy and Sosio Economic Development: The Comparison of Indonesia and Germany”. ISPE kali ini bekerja sama dengan PPI Jerman dan menghadirkan peserta dari berbagai wilayah di Eropa maupun Indonesia. Adapaun pembicara yang dihadirkan pada ISPE Hamburg diantaranya Bapak Suharso Monoarfa, Prof. Didik J Rachbini, Roby A. Brata, Ph.D, Faisal Basri, M.A, Deniey A Purwanto, dan Dzulfian Syafrian.

Dialog 100 Ekonom bersama Wakil Presiden

Tim Peneliti Indef | 18/10/2019

Dalam pidatonya Wakil Presiden RI menyinggung terkait kondisi ekonomi global dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia. Selain itu, beliau juga menyampaikan bahwa masyarakat Indonesia berpotensi mengalami middle income trap jika lapangan pekerjaan hanya diarahkan ke sektor industri. Untuk mengatasi hal tersebut Indonesia harus mulai memprioritaskan produktivitas, pengembangan teknologi serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Acara dilanjutkan dengan sesi dialog antara para ekonom dengan Wakil Presiden RI M. Jusuf Kalla. Lalu beliau berpesan bahwa Indonesia harus mengedepankan keterampilan SDM agar kelak menjadi negara yang berdikari dan tidak tertinggal oleh bangsa lain.

ISPE Jakarta : Ekonomi Politik dalam Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia

Tim Peneliti INDEF | 24/09/2019

Jakarta - Program pelatihan ekonomi-politik (ISPE) ke-25 yang diselenggarakan oleh Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), kali ini disambut antusiasme peserta dari beragam profesi. Program itu diikuti sebanyak 32 peserta dari 106 peserta yang mendaftar. Mereka berasal dari kalangan mahasiswa S1, mahasiswa pascasarjana, dosen, peneliti, wartawan, pegawai swasta, ASN, pegiat hukum, hingga anggota DPR RI. INDEF School of Politicl Economy (ISPE) angkatan ke-25 berlangsung pada 24-26 September 2019 di ITS Tower, Pasar Minggu, Jakarta.

ISPE Madura : Ekonomi Politik Pengelolaan Dana Desa dalam Upaya Pengentasan Kemiskinan di Daerah

Tim Peneliti INDEF | 03/09/2019

Perjalanan ISPE terus bergulir sebagai salah satu bukti pengabdian INDEF (Institute for Development of Finance) untuk terus berkontribusi membangun negeri dengan menyebarkan bibit-bibit untuk mempersiapkan pemimpin masa depan dan member solusi negeri khususnya dalam perekonomian Indonesia. ISPE telah dilaksanakan di dalam dan di luar negeri seperti London, Tokyo, Moskow, Perth, Leiden, Osaka, New York, Jakarta, Makassar, Padang, dan masih banyak di kota lainnya. Terakhir kali, ISPE pada angkatan sebelumnya dilaksanakan di salah satu universitas di negeri jiran Malaysia bernama UTM (Universitas Teknologi Malaysia). Beranjak dari UTM, kini ISPE kembali hadir di UTM lain yang ada di dalam negeri yaitu di salah satu universitas di pulau garam bernama UTM (Universitas Trunojoyo Madura). Acara ini berlangsung pada tanggal 3-5 September 2019 dan bekerjasama langsung dengan jurusan Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Trunojoyo.

Tantangan Persoalan Ekonomi Sosial dan Pemerintahan Ibu Kota Baru

Tim Peneliti INDEF | 23/08/2019

Wacana tentang pemindahan ibu kota negara Indonesia dari Jakarta ke lokasi di luar Provinsi Jakarta kembali muncul. Hal ini karena Jakarta dinilai tidak layak menjadi ibu kota negara lantaran masalah banjir dan macet yang tak berujung.

ISPE Jepang : Political Economy in Indonesia After the 2019 General Election and Under Global Trade War and Global Uncertainties

Tim Peneliti INDEF | 15/08/2019

Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) mengadakan kegiatan INDEF School of Political Economy (ISPE) angkatan XXIII pada tanggal 15-16 Agustus 2019 di Retsumeikan University Kyoto, Japan. Tema yang diangkat dalam ISPE kali ini adalah “Political Economy in Indonesia after the 2019 General Election and under Global Trade War and Global Uncertainties”.

The Challenges of Disruption Era in Economic Development and Public Policy

Tim Peneliti INDEF | 07/08/2019

Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) mengadakan acara perayaan ulang tahun ke-24 sekaligus menyelenggarakan International Conference bertema "The Challenges of Disruption Era in Economic Development and Public Policy". Acara ini menghadirkan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, sebagai keynote speech.

ISPE Malaysia : Inclusive Growth and Economic Equality Transformation in the Era of Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity (VUCA)

Tim Peneliti INDEF | 11/07/2019

Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) mengadakan kegiatan INDEF School of Political Economy (ISPE) angkatan XXII pada tanggal 11 Juli 2019 di Universiti Teknologi Malaysia, Johor Bahru.  Tema yang diangkat dalam ISPE kali ini adalah “Inclusive Growth and Economic Equality Transformation in the Era of Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity (VUCA)”.

ISPE Washington 2019: Enhancing Prosperity and Stability between Indonesia and USA

Tim Peneliti INDEF | 03/05/2019

Washington DC, 26 April 2019 – Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) mengadakan kegiatan INDEF School of Political Economy (ISPE) angkatan XVIII pada tanggal 25-26 April 2019 di Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat, Washington DC, USA. Tema yang diangkat dalam ISPE kali ini adalah “Indonesia-USA: Enhancing Prosperity and Stability”.