JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini akan merilis beberapa data perekonomian sepanjang Mei 2016, salah satunya adalah indeks harga konsumen (IHK) atau inflasi.

Data inflasi kali ini memang cukup ditunggu-tunggu. Pasalnya, menjelang Ramadan, harga bawang merah dan daging telah melesat tajam meskipun terdapat beberapa daerah yang berhasil menekan harga dengan melakukan operasi.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) memprediksikan indeks harga konsumen (IHK) adalah sebesar 0,19 persen. Inflasi ini lebih besar dibandingkan bulan lalu yang mencapai -0,45 persen atau deflasi sebesar 0,45 persen.

“Inflasi cukup baik, ada di 0,19 persen. Jadi kalau misalnya dilihat tahunnya 3,3 persen. Kalau bulan lalu kan yoy (year on year) 3,6 persen. Itu baik,” kata Gubernur BI Agus Martowadjojo saat ditemui di kantor pusat BI, Jakarta, Jumat, 27 Mei lalu.

Menurut Agus, rendahnya inflasi ini disebabkan oleh penurunan harga cabai yang telah terjadi sejak awal bulan ini. Penurunan harga bahan-bahan holtikultura ini diyakini menjadi andil utama dari rendahnya inflasi.

Sedangkan faktor pendorong inflasi adalah kebaikan harga daging ayam. Kenaikan daging ayam ini merupakan masalah klasik yang selalu dihadapi oleh pemerintah pada setiap tahunnya.

Namun, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati menjelaskan, inflasi ini nantinya akan mencapai di atas 1 persen untuk pertama kalinya di tahun 2016.

Tingginya inflasi ini juga disebabkan oleh kenaikan harga bawang, daging ayam, sapi, gula dan cabai. Kenaikan ini dipicu oleh kenaikan permintaan jelang memasuki bulan Ramadan.

“Biasanya gula hanya naik Rp 1.000, sekarang naik Rp 5.000 dari Rp 12.000 ke Rp 17.000,” kata Enny.

Apabila pada Mei tercatat terjadi inflasi, maka sepanjang tahun 2016 Indonesia telah mengalami inflasi sebanyak tiga kali. Berikut adalah data indeks harga konsumen sepanjang tahun 2016:

1. Januari

Inflasi: 0,51 persen

Inflasi tahun kalender: 0,51 persen

Inflasi tahun ke tahun (yoy): 4,14 persen

Inflasi komponen inti: 0,29 persen

Inflasi komponen inti yoy: 3,62 persen

2. Februari

Inflasi: – 0,09 persen (deflasi 0,09 persen)

Inflasi tahun kalender: 0,41 persen

Inflasi tahun ke tahun (yoy): 4,42 persen

Inflasi komponen inti: 0,31 persen

Inflasi komponen inti yoy: 3,59 persen

3. Maret

Inflasi: 0,19 persen

Inflasi tahun kalender: 0,62 persen

Inflasi tahun ke tahun (yoy): 4,45 persen

Inflasi komponen inti: 0,21 persen

Inflasi komponen inti yoy: 3,5 persen

4. April

Inflasi: -0,45 persen (deflasi 45 persen)

Inflasi tahun kalender: 0,16 persen

Inflasi tahun ke tahun (yoy): 3,6 persen

Inflasi komponen inti: 0,15 persen

Inflasi komponen inti yoy: 3,41 persen

Sumber: http://economy.okezone.com

  • Berita/Post
The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) is an independent and autonomous research and policy studies institution established on August 1995 in Jakarta
×
The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) is an independent and autonomous research and policy studies institution established on August 1995 in Jakarta

Leave a Reply

Close