WE Online, Jakarta – Mantan Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi menilai pemerintah harus bekerja keras mencari alternatif sumber pertumbuhan lain untuk menggenjot kembali nilai pertumbuhan ekonomi yang sempat jatuh pada kuartal I-2015, yakni 4,71%.

“Saya menghitung secara sederhana kalau Q1 2015 sebesar 4,7% maka Q2 dan Q3 di 2015 minimum 6%-6,2%. Kalau tidak, tidak mungkin sampai 5,7%. Tidak akan kekejar. Dan bisa dibayangkan 6,2% mau bagaimana mencapainya? Apalagi sasaran nawacita Pak Jokowi adalah 7%,” kata Bayu dalam Bedah Buku dan Diskusi Panel Ekonomi Pembangunan Pertanian di The Energy Building, Jakarta, Selasa (12/5/2015).

Lebih lanjut, Bayu menilai bahwa selain mendorong sektor infrastruktur dan investasi, sektor pertanian dapat menjadi alternatif pemerintah sebagai sumber pertumbuhan yang akan kembali mendorong nilai pertumbuhan. “Sektor pertanian sebenarnya bisa memberikan kontribusi untuk itu,” tambahnya.

Untuk itu, jika pemerintah mau pertumbuhan 7% hanya bisa dicapai kalau pertanian tumbuh 4,2-4,8%. “Tanaman bahan makanan harus tumbuh antara 4-5%, perkebunan tumbuh 5-5,5%, peternakan 4,5-5%, kehutanan 1-2%, perikanan 5-5,5%. Kalau ini tidak dilakukan rasanya target tersebut akan sulit dicapai,” jelasnya.

Sumber: http://wartaekonomi.co.id/

Indef

The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) is an independent and autonomous research and policy studies institution established on August 1995 in Jakarta

Leave a Reply

Close