Jakarta–Proporsi subsidi energi terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih sangat besar, dengan didominasi oleh subsidi BBM. Ketergantungan Indonesia akan konsumsi BBM membuat subsidi energi semakin tidak terkendali sehingga menyandera peran stimulus fiskal.

Demikian salah satu pemikiran yang terungkap dalam konferensi pers yang diselenggarakan Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), bertajuk “Kebijakan Ekonomi 5th Mendatang; Merebut Momentum, Membalik Keadaan”, di Jakarta, Rabu, 2 April 2014.

“Indonesia mengalami ketergantungan konsumsi BBM sementara Indonesia merupakan negara Net Importir BBM”, kata Ekonom INDEF Enny Sri Hartati.

Menurutnya, produksi minyak terus mengalami penurunan di tengah konsumsi BBM yang terus meningkat, sementara realisasi kebijakan energi alternatif hanya sebatas wacana. Bahkan, meski subsidi listrik terbilang besar, namun kenyataanya tidak diiringi dengan produksi listrik secara maksimal.

Kapasitas produksi listrik per kapita Indonesia, masih kata Enny, masih di bawah negara China, Brazil, dan India. Untuk kawasan Asean, Indonesia berada di bawah Brunei, Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina.

“Pulau Jawa belum seluruhnya menikmati pasokan listrik, apalagi luar Jawa. Masih sering terjadi pemadaman yang bergilir serta pembatasan penggunaan listrik di daerah-daerah tertentu”, jelasnya.

Enny menilai, Indonesia memiliki sumber daya alam yang besar terkait penciptaan energi alternatif selain minyak. Pemerintah perlu sadar bahwa ketergantungan masyarakat akan subsidi BBM membuat ruang fiskal sulit bergerak dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.

“Hasil riset menyebutkan bahwa potensi kita besar. Kita ada gas alam, panas bumi, batu bara, bahkan nuklir. Kalau kita tidak membangun itu, sulit mewujudkan swasembada energi”, pungkas Enny. (*)

Sumber: infonews.com

  • Berita/Post
Indef Administrator
, Indef
The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) is an independent and autonomous research and policy studies institution established on August 1995 in Jakarta
follow me

Leave a Reply

Close