Jakarta, GATRAnews – Pemerintah Indonesia memberi sinyal untuk bergabung dalam kelompok dagang Trans Pasific Partnership (TPP). Kerja sama ini dikomandoi Amerika Serikat dengan anggotanya negara-negara Asia Pasifik. 

Rektor Paramadina mengatakan salah satu klausul dalam kerja tersebut semakin terbukanya lapangan pekerjaan bagi warga asing di Indonesia dan sebaliknya. Hal tersebut dinilai berdampak semakin bertambahnya pengangguran di Indonesia karena kalah daya saing. 

“Bahkan tenaga kerjaannya pun juga diatur untuk berinvestasi. Ketentuan untuk board of director juga harus dibebaskan,” kata Firmanzah dalam diskusi “Liberalisasi Perdagangan Ancaman atau Peluang” di Jakarta, Jumat (6/11). 

Seperti diketahui perusahaan pelat merah atau BUMN, warga negara asing tidak dapat menjadi pimpinan. Dengan bergabungnya Indonesia kedalam TPP maka aturan tersebut tidak berlaku.   

Selain itu, tenaga kerja pada bidang lain juga semakin dibebaskan sehingga, WNA dapat menempati posisi pekerjaan apa saja di Indonesia. Kondisi ini menciptakan persaingan tenaga kerja. 

Firman mengkhawatirkan tenaga kerja lokal kalah saing dengan WNA. Hal tersebut wajar saja karena berdasarkan jenjang pendidikan, penduduk bekerja masih didominasi oleh mereka yang berpendidikan SD ke bawah sebesar 44,27%, sementara penduduk bekerja dengan pendidikan sarjana ke atas hanya sebesar 8,33%. 

Berdasarkan survei BPS tingkat Pengangguran Terbuka Agustus 2015 sebesar 6,18% dibandingkan Februari. Sedangkan dibanding Agustus tahun silam juga meningkat TPT sebesar 5,94%.

Sumber: http://www.gatra.com/

  • Berita/Post
Indef Administrator
, Indef
The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) is an independent and autonomous research and policy studies institution established on August 1995 in Jakarta
follow me

Leave a Reply

Close