TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pengamat ekonomi dari INDEFEnny Sri Hartati menjelaskan ada perusahaan di Sulawesimempekerjakan seluruh pegawainya WNA.

Menurut Enny, kebanyakan tenaga kerjanya berasal dari Tiongkok
“Ada perusahaan 100 persen tenagakerjanya WNA datang keSulawesi,” ujar Enny di Jakarta, Sabtu (30/4/2016).

Enny namun tidak bisa menyebutkan lebih lanjut mengenai perusahaan tersebut.

Satu hal yang pasti, perusahaan tersebut bergerak di bidang industri.
“Dari perusahaan industri, banyak dari Tiongkok tenaga kerjanya,” kata Enny.

Menurut Enny hal tersebut sudah jelas melanggar Peraturan Menteri Tenaga Kerja yang membatasi tenaga asing hanya 10 persen.
Meskipun perusahaan gabungan atau saham mayoritasnya asing, namun hal tersebut harus diusut dan dipantau lebih dalam.

“Ada Permenaker yang isinya tenaga kerja asing tidak boleh lebih dari 10 persen. Itu sudah nggak ada pengawasan,” ungkap Enny.
Sumber:

Indef

The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) is an independent and autonomous research and policy studies institution established on August 1995 in Jakarta

Leave a Reply

Close