Jakarta –
Direktur Eksekutif Institute Development of Economics and Finance (Indef), Enny
Sri Hartati, mengatakan, penerbitan utang merupakan pembiayaan yang dilakukan
pada awal (prefunding)
untuk menutupi pembiayaan proyek pada awal tahun depan. Jelang tutup tahun
2015, pemerintah masih gencar mencari pendanaan untuk menutup defisit anggaran.
Bukan hanya untuk anggaran tahun ini, tapi juga untuk tahun 2016 nanti.

 

Belum lama ini, kata Enny, pemerintah menyerap surat berharga
negara (SBN) berdenominasi dollar Amerika Serikat (AS) alias global bond sebesar
US$ 3,5 miliar. Dana segar yang didapatkan pemerintah dari transaksi penjualan
yang dilakukan pada 1 Desember 2015 waktu New York, Amerika Serikat tersebut,
ditujukan untuk membiayai pendanaan pada 2016 nanti.

 

Enny memperkirakan langkah pemerintah yang gencar mencari utang
untuk menutupi pembiayaan yang belum bisa dilakukan tahun ini. Apalagi target
penerimaan pajak yang tidak tercapai cukup tinggi, yakni kurang sekitar Rp 400
triliun dari target. Sehingga butuh dana untuk pembiayaan, itu yang mungkin
harus dibiayai dengan utang terlebih dahulu, ujar Enny saat dihubungi Investor Daily, Senin
(14/12/2015).

Realisasi
penerimaan pajak hingga akhir November

2015, menurut Enny, baru
mencapai 65 persen dari target APBNP 2015 Rp 1.294,2 triliun. Pemerintah memang
berencana melakukan prefunding di akhir 2015 untuk mengamankan pembiayaan
proyek pada awal tahun depan. Bahkan, waktu itu pemerinyah berencana
menerbitkan SBN dengan nominal mencapai Rp 20 triliun.

Penerbitan
SBN lebih cepat tersebut dilakukan dengan asumsi kebutuhan anggaran untuk
infrastruktur yang biasanya terealisasi pada kuartal II atau III dimajukan
menjadi kuartal I-2016. Penerbitan utang, akan dipakai sebagai uang muka proyek
tersebut.

Dia
mengatakan, penerbitan SBN pada akhir 2015 masih akan melihat hasil tender
proyek yang sudah dilakukan. Apabila pada akhir tahun pemenang tender
didapatkan, pada awal tahun, uang muka 10-15 persen harus dibayarkan. Hal
terpenting adalah harus ada kepastian proyek dan harus disetujui oleh Dewan
Perwakilan Rakyat, kata Enny.

Sumber: http://www.Postssatu.com/

  • Berita/Post
Indef Administrator
, Indef
The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) is an independent and autonomous research and policy studies institution established on August 1995 in Jakarta
follow me

Leave a Reply

Close