JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Panitia Seleksi Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengumumkan 35 orang calon yang lulus di tahap II.

Meski demikian, proses pengumuman hasil seleksi tahap kedua ini dinilai kurang terbuka. Sehingga, saat hasilnya diumumkan malah menimbulkan beberapa pertanyaan membuat masyarakat ingin mengetahui jawabannya.

Enny Sri Hartati, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menilai, semestinya Panitia Seleksi yang diketuai Menteri Keuangan Sri Mulyani mestinya secara terbuka membeberkan kriteria yang dibutuhkan dalam proses pemilihan lembaga super power dalam industri keuangan tersebut.

“Diharapkan Pansel, supaya tidak menimbulkan pertanyaan di publik, mestinya mengumumkan juga kriteria penilaian hasil seleksi yang telah dilakukan,” ujarnya ketika dihubungi melalui telepon, Minggu (26/2/2017).

Ia menjelaskan, kriteria-kriteria yang diumumkan juga harus jelas menguraikan hasil dari seleksi pada tiap orang calon Dewan Komisioner OJK.

“Makalah misalnya, hasil dari seleksi berupa penilaian makalah ini harusnya dijelaskan juga agar publik dapat melihat secara utuh bagaimana kekuatan dari calon tersebut,” katanya.

Selain dari kriteria penilaian yang mesti diperjelas, Pansel juga diharapkan dapat mengumumkan juga proporsi ideal dari calon DK OJK ini.

Pasalnya, sejauh ini beberapa calon yang lolos seleksi banyak yang berasal dari kalangan perbankan. Sementara, tugas pengawasan OJK bukan hanya sektor perbankan.

“Jadi Pansel harusnya jelaskan juga proporsi calon yang dibutuhkan, sehingga dari hasil pengumuman seleksi tidak menimbulkan pertanyaan di publik,” pungkasnya.
Sumber : https://netralnews.com

  • Berita/Post
Indef Administrator
, Indef
The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) is an independent and autonomous research and policy studies institution established on August 1995 in Jakarta
follow me

Leave a Reply

Close