ANGGOTA kabinet Presiden Joko Widodo sudah tidak tertib. Kabinet Kerja Jilid II ini dinilai sudah kacau balau karena tidak saling mendukung.

“Ini kan nggak karu-karuan. Jadi memang kabinet ini sudah kacau balau. Padahal, pemerintah bisa tinggal mengumpulkan tim, diskusi mana yang paling menguntungkan,” cetus Direktur Eksekutif Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Enny Sri Hartati dalam sebuah diskusi di Jakarta, Rabu (2/3).

Enny mengungkapkan hal tersebut terkait skema yang akan dipakai pada proyek Blok Masela. Menurut Enny, Menteri Koordinator Perekonomian dan Menteri Koordinator Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli bisa terlebih dahulu menyelesaikan permasalahan Blok Masela dengan para menteri teknis di bawahnya. Namun, upaya tersebut tidak dilakukan, sehingga Presiden dinilai Enny mesti turun tangan.

“Pak Jokowi ini sekarang kuncinya karena sekarang tidak ada hirarki ketatanegaraan lagi yang dilihat. Struktur kabinet ini berarti sudah tidak efektif. Apa fungsi menko, apa fungsi kementerian teknis,” jelas Enny.

kisruh proyek Blok Masela kini sedang memanas. Menteri ESDM Sudirman Said condong memilih skema pengembangan infrastruktur gas terapung (FLNG/offshore), sedangkan Menko Maritim dan SUmber Daya Rizal Ramli menilai skema infrastruktur gas di darat (OLNG, onshore) lebih bermanfaat untuk wilayah Timu Indonesia.

Karena kekisruhan di publik tersebut, Presiden Jokowi meminta proyek tersebut perlu kajian mendalam agar lebih bermanfaat bagi masyarakat Timur Indonesia. Proyek Blok Masela yang akan digarap Inpex dan Shell pun akhirnya belum juga disetujui oleh Menteri ESDM yang sebelumnya ditargetkan paling lambat akhir Desember 2015. (OL-2)

– See more at: http://www.mediaindonesia.com/news/read/31910/indef-kabinet-sudah-kacau-balau/2016-03-02#sthash.QxsRK0sz.dpuf

Indef

The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) is an independent and autonomous research and policy studies institution established on August 1995 in Jakarta

Leave a Reply

Close