Merdeka.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan agar dana haji diinvestasikan untuk membangun infrastruktur. Rencana ini pun menuai pro dan kontra dari berbagai pihak.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Enny Sri Hartati mengatakan, dana haji sebenarnya bisa saja digunakan untuk pembangunan infrastruktur asalkan ada penjaminnya.

“Asal tidak berisiko boleh, kalau digunakan untuk infrastruktur dan ada penjaminnya boleh karena jadi tidak berisiko, apalagi kalau melalui Sukuk yang digunakan untuk infrastruktur jadi tidak berisiko,” kata Enny di Bakoel Koffie Jakarta, Kamis (3/8).

Namun, lanjut Enny, idealnya penggunaan dan penggunaan dana haji harus diutamakan untuk kepentingan jemaah haji sendiri. Seperti dari sisi pemberangkatan dan penyelenggaraan ibadah haji.

“Kita menempatkan proporsi yang idealnya. Idealnya dana haji untuk jemaah haji. Kepentingan itu yang dibereskan. Dulu kita enggak pernah tahu pengelolaan dana haji seperti apa. Ini menjadi diskusi publik karena mulai transparan,” jelasnya.

Dia menambahkan, penyelenggaraan haji di Indonesia kualitasnya jauh lebih baik jika dibandingkan dengan Malaysia dari sisi pemondokan, akomodasi dan pelayanan. Ada sebagian yang sudah memadai tapi belum semuanya mendapatkan fasilitas yang sama.

“Sehingga ini kan tugas lebih wajib buat pengelola dana haji karena itu tidak bisa dibandingkan dengan malaysia. Mereka sudah selesai dengan tugas pokoknya Penyelenggaraan hajinya sudah bagus, tata kelola sudah bagus. Sementara kita baru mulai untuk mentransparan, mengakuntabelkan dana pengelolaan haji itu,” tandas Enny. [idr]

Sumber: https://www.merdeka.com

This Post Has One Comment

  1. Dengan demikian, ONH ke depannya akan menjadi lebih murah dan calon haji akan mendapatkan pelayanan yang lebih baik lagi..

Leave a Reply

Close