Ipotnews – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS sepanjang tahun ini dituding sebagai kesalahan Bank Indonesia (BI) yang dianggap keliru dalam penerapan strategi pengelolaannya.

Demikian pandangan Iman Sigema, Ekonom Senior Institute for Development of Economic and Finance (Indef), dalam konferensi pers bertajuk “Krisis Nilai Tukar Rupiah (Exchange Rate Crisis)”, di Jakarta, Rabu (7/10).

Iman mengatakan depresiasi rupiah terhadap dollar sepanjang periode Agustus 2008 hingga 2009 relatif singkat, dan penyebabnya adalah krisis keuangan global.

Sementara, periode September 2011 hingga saat ini, kata dia, relatif berkepanjangan, dan penyebabnya tidak hanya faktor eksternal, juga internal.

Dia menyebutkan, depresiasi yang berkepanjangan biasanya lebih terkait perubahan struktur fundamental nilai tukar, yaitu balance of payment (BoP). Faktor eksternal hanya sebagai faktor yang membuat keadaan menjadi lebih buruk lagi.

“Ada dua faktor internal yang menyebabkan nilai tukar rupiah semakin memburuk. Pertama adalah defisit migas yang terjadi sejak September 2011, dan kedua kesalahan strategi BI dalam mengelola nilai tukar,” kata Iman.

Lebih lanjut Iman menyatakan, defisit migas yang terus memburuk sejak September 2011 mengakibatkan tekanan yang semakin sulit terhadap neraca pembayaran Indonesia. Tentu, kata dia, diperlukan solusi untuk kembali memperkuat dan menstabilkan nilai tukar rupiah.

Solusi pertama, Iman menuturkan, harus dilakukan percepatan konversi BBM ke BBG untuk pembangkit listrik dan transportasi, serta BBM ke batubara untuk listrik dan industri. Karena yang menjadi masalah selama ini BI lalai dalam memperkuat nilai tukar ketika BoP mengalami surplus.

“BoP merupakan fundamental nilai tukar, BoP selalu terjadi defisit, dan ketika surplus BoP, maka bisa terjadi apresiasi. Tentu solusi kedua adalah tidak mengulangi kesalahan serupa,” ujar dia. (Fitriya/ef)


Sumber: www.ipotnews.com

Indef

The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) is an independent and autonomous research and policy studies institution established on August 1995 in Jakarta

Leave a Reply

Close