Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Enny Sri Hartati bilang, peningkatan dana perimbangan dari pusat ke daerah, belum signifikan mengurangi ketimpangan ekonomi.

“Peningkatan transfer dana perimbangan justru memperburuk ketimpangan,” ujar Enny dalam sebuah seminar nasional di Jakarta, Rabu (18/7/2017).

Pada 2000, kata Enny, dana perimbangan untuk seluruh provinsi mencapai Rp29,9 triliun. Sementara indeks gini berada di angka 0,3. Satu dekade kemudian, dana perimbangan melonjak hingga 830% menjadi Rp278,7 triliun (2009).

Hanya saja, kenaikan dana perimbangan yang cukup signifikan itu, tak mampu menggerus indeks gini. Yang ada malah naik menjadi 0,37. Artinya, ketimpangan ekonomi malah mencolok tajam.

Ketimpangan semakin memburuk hingga mencapai titik tertingginya sebesar 0,41, meski dana perimbangan terus ditambah hingga mencapai Rp316,7 triliun pada 2011.

Seiring kenaikan dana perimbangan hingga di atas 150% pada 2011 menjadi Rp795,4 triliun hingga pada 2016, indeks gini hanya turun tipis 0,39. “Ketimpangan fiskal bisa dilihat dari bagaimana efektivitas dana transfer daerah jika kita bandingkan pasca dan sebelum otonomi daerah. Setelah otonomi daerah, ternyata indeks gini secara umum meningkat,” ujar Enny.

Upaya formalisasi desentralisasi urusan keuangan daerah dimulai sejak disahkannya UU 25/1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah.

Kemudian, regulasi tersebut disempurnakan dengan UU 33/2004 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah yang memberikan kewenangan atau otonomi bagi pemda untuk secara luas dan bertanggung jawab membangun daerahnya dengan kemampuan fiskal masing-masing.

Masih kata Enny, otonomi daerah sebagai capaian luar biasa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia pasca Orde Baru harus dimanfaatkan dan dioptimalkan sebaik mungkin. “Apabila tidak, Indonesia akan kehilangan momentum untuk mencapai perbaikan ekonomi nasional, terutama permasalahan ketimpangan,” ujar Enny.

Sumber : https://inilah.com

Indef

The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) is an independent and autonomous research and policy studies institution established on August 1995 in Jakarta

Leave a Reply

Close