Moneter.co.id – Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Abra Puspa Ghani Talattov mengapresiasi kedatangan Raja Salman ke Indonesia. Meskipun demikian, dia meminta sejumlah pihak menyelidiki apa motif dibalik kehadirannya tersebut.

“Patut kita apresiasi sekaligus dicermati motif di balik kunjungan tersebut. Apalagi kehadiran Raja Salman beserta 1.500 orang rombongan ke Indonesia diperkirakan akan membawa modal investasi hingga US$25 miliar,” kata Abra, Senin (27/2).

Ia menambahkan, setidaknya ada tiga misi ekonomi utama yang dibawa oleh kerajaan Saudi tersebut yakni investasi di sektor migas, investasi di sektor pariwisata, serta dukungan pembangunan infrastruktur melalui skema pinjaman berbasis syariah. Abra meminta pemerintah harus dapat menangkap peluang investasi dari Arab Saudi.

Menurutnya, apalagi jika dilihat porsi investasi Arab Saudi di Indonesia masih minim yakni hanya 0,02% dari total investasi asing (dalam periode 2010-2015). Dari data BKPM, investasi Arab Saudi ke Indonesia turun signifikan dari US$30,36 juta di 2015 menjadi US$0,9 juta di 2016.

“Rangking Arab Saudi sebagai negara asal investasi juga merosot dari peringkat ke 25 pada tahun 2015 menjadi Nomor 57 pada 2016,” ujar Abra.

Abra melanjutkan dengan masih minimnya investasi Arab Saudi di Indonesia, pemerintah tentunya dapat manarik dana dari Arab Saudi lebih banyak lagi.

“Misalnya, dalam proyek pembangunan kilang minyak di Cilacap dan di Bontang dapat mengajak perusahaan migas Saudi Aramco untuk bekerjasama,” pungkasnya.

Sumber : https://http://moneter.co.id/

Indef

The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) is an independent and autonomous research and policy studies institution established on August 1995 in Jakarta

Leave a Reply

Close