ENGLISH       BAHASA

Institute for Development of Economics and Finance

Press Release

11 Mei 2016

Formulir Pendaftaran ISPE

Program Ekonomi Politik (Khusus Mahasiswa) Angkatan I

29 April 2004

Kebijakan Pungutan Ekspor dan Proses De-industrialisasi

Indonesia tengah mengalami penurunan daya saing di sektor industri yang salah satunya tercermin dari rendahnya ekspor dari tahun ke tahun. Bahkan dua tahun terakhir beberapa perusahaan memutuskan hengkang ke negara-negara yang memberikan iklim yang lebih kondusif.

29 April 2005

DAMPAK EKONOMI INVASI AMERIKA SERIKAT KE IRAK

Motif dari invasi yang dilakukan Amerika Serikat ke Irak dalam perang tahun 2003 ini bagi mayoritas masyarakat internasional belum jelas dan tidak logis. Berbagai argumen resmi yang disampaikan pemerintah Amerika Serikat kehadapan publik juga berubah-ubah, mulai dari keharusan pelucutan senjata “pemusnah masal” yang dimiliki Irak sampai pada alasan kepentingan demokratisasi dalam rezim pemerintahan Irak.

17 Maret 2005

BANKRUPTCY FOR PROFIT: STRATEGI PENJARAHAN DI BANK-BANK REKAP

Jebolnya keuangan Bank Lippo yang sebulan terakhir ini ramai menghiasi halaman depan hampir semua media masa mengingatkan saya pada suatu artikel ilmiah yang ditulis oleh Akerlof dan Romer (1993) dalam suatu jurnal ekonomi bergengsi yaitu Brookings Papers on Economic Activity halaman 1 sampai 74.

01 Maret 2011

KRISIS PANGAN DAN KEGAGALAN NEGARA

Maraknya pemberitaan dan analisis mengenai ancaman krisis pangan global telah menimbulkan banyak estimasi dan spekulasi, tidak hanya terhadap stabilitas perekonomian juga stabilitas sosial politik. Institute for Development of Economics of Finance/INDEF sebagai lembaga riset independen berkewajiban berkontribusi memetakan penyebab mendasar dari krisis pangan.

08 Agustus 2011

Tanggapan INDEF atas RAPBN 2012

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) merupakan instrumen kebijakan fiskal yang mempunyai tugas wajib yaitu harus mampu menjadi stimulus perekonomian. Esensi dari stimulus fiskal bahwa APBN harus mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi, utamanya merangsang dan mendorong tingkat investasi dan produksi sehingga mampu menciptakan lapangan kerja dan berujung peningkatan kesejahteraan masyarakat.

08 Oktober 2008

ANTISIPASI KRISIS KEUANGAN GLOBAL

Pelemahan makroekonomi yang terjadi di Amerika Serikat (AS) saat ini telah bergerak menjadi sesuatu yang lebih dalam dan serius. Hal ini terlepas dari telah disetujuinya paket penyelamatan sebesar 700 miliar dolar AS oleh Kongres AS. Gejolak yang bermula dari macetnya kredit perumahan (subprime mortage) dan diikuti oleh bangkrutnya banyak raksasa keuangan kini telah menjalar ke seluruh urat nadi perekonomian negara tersebut.

09 Oktober 2008

Koreksi Suku Bunga Tinggi dan Batalkan Rencana BuyBack

Sejarah menunjukkan kepada kita bahwa dalam satu krisis yang parah selalu terdapat satu atau lebih elemen kebijakan yang salah dan berakibat fatal. Dalam krisis ekonomi-sosial-politik di tahun 1997/1998, misalnya, kebijakan fatal yang menenggelamkan bangsa ini kala itu adalah kebijakan pemerintah, atas saran dan paksaan IMF, untuk menutup 16 bank.