ENGLISH       BAHASA

Institute for Development of Economics and Finance

Bimonthly Discussion

21 April 2015

Peran APBN-P 2014 terhadap Percepatan Infrastruktur

Perkembangan Infrastruktur di Indonesia relatif lambat Infrastruktur Indonesia menempati peringkat 61 dari 144 negara, masih di bawah Thailand (47) dan Malaysia (29) (The Global Competitiveness Report 2013-2014) Panjang jalan raya di Indonesia (502 km) tidak sebanding dengan luas daratannya (1.919.443 km²), maka tidak mampu menunjang aktivitas ekonomi secara optimal. Begitu juga dengan infrastruktur udara dan laut.

21 April 2015

Mengurai dan Menjinakkan Kartel Ekonomi

Ketahanan pangan Indonesia masih sangat rentan. Kondisi itu dibuktikan dengan rendahnya indeks keterjangkauan pangan (affordability), ketersediaan pangan (availability), serta kualitas pangan

21 April 2015

Menyoal Efektifitas APBNP 2014 Mengatasi Perlambatan Ekonomi

Rutinitas pembahasan APBNP kembali berulang. Hampir setiap pertengahan tahun APBN senantiasa dilakukan revisi. Tak terkecuali hari ini Pemerintah kembali mengajukan APBNP 2014 ke DPR. Penyebabnya hampir bisa dipastikan bahwa asumsi makroekonomi dalam APBN yang telah disepakati sendiri oleh Pemerintah dan DPR meleset dari target. Padahal APBN mempunyai peran dan fungsi strategis, tidak saja sebagai dokumen perencanaan tapi merupakan cerminan dari politik anggaran dan arah kebijakan fiskal.

21 April 2015

REFORMULASI KEBIJAKAN ANGGARAN SEBAGAI UPAYA MENGATASI KESENJANGAN EKONOMI

Pertumbuhan ekonomi Indonesia nomor dua di Asia, yaitu sebesar 6,23 persen. Inflasi di angka 4,3 persen yoy (year on year) per Desember 2012; Nilai tukar stabil, Rp9.704 per dollar Amerika Serikat per Desember 2012; Serta cadangan devisa yang mencapai US$110.297 juta per Oktober 2012.

21 April 2015

Efektifitas APBN dan Kesenjangan Ekonomi

Di tengah melambatnya kinerja perekonomian global, pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga Triwulan III-2012 mencatatkan diri sebagai nomor dua di Asia. Cemerlangnya pertumbuhan ekonomi ini juga diikuti oleh kinerja indikator ekonomi lainnya. Namun, gemilangnya kinerja makro ekonomi Indonesia sepanjang 2012 tersebut terasa rapuh, karena tidak segera tertransmisikan pada perbaikan tingkat kesejahteraan masyarakat secara nyata.

27 Agustus 2014

RAPBN 2015: Pertaruhan Kredibilitas Presiden dan DPR Baru

Kredibilitas pemerintahan, baik presiden maupun DPR salah satunya tercermin dalam pengelolaan ekonomi yang baik. Salah satu indikatornya adalah pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan sustainable,

20 Mei 2014

Menyoal Efektifitas APBNP 2014 Mengatasi Perlambatan Ekonomi

Rutinitas pembahasan APBNP kembali berulang. Hampir setiap pertengahan tahun APBN senantiasa dilakukan revisi. Tak terkecuali hari ini, 20 Mei 2014, Pemerintah kembali mengajukan APBNP 2014 ke DPR. Penyebabnya hampir bisa dipastikan bahwa asumsi makroekonomi dalam APBN yang telah disepakati sendiri oleh Pemerintah dan DPR meleset dari target.

10 Mei 2005

Kemelut Kelangkaan Pupuk

Kemelut kelangkaan pupuk –fenomena reguler dalam sistem kelembagaan pertanian –mencuat kembali dalam diskusi publik. Tetapi debat publik kali ini lebih diwarnai oleh kontroversi sekitar pencabutan subsidi pupuk.