ENGLISH       BAHASA

Institute for Development of Economics and Finance

Indef Minta Pedagang Kaki Lima Dibina

 

Tanggal Muat: 16/08/2013 7:51:00 [admin]

INDEF School of Political Economy, Batch I

Hari pertama pelaksanaan INDEF School of Political Economy, Batch I yang diikuti oleh sekitar 30 perserta berjalan lancar. Prof. Bustanul Arifin sebagai pemateri pertama menyampaikan Teori Ekonomi Politik yang diakhiri sesi tanya jawab.

Mengapa Bunga Deposito dan Kredit Sulit Turun?

Ekonom Universitas Indonesia Faisal Basri dalam risetnya mengungkapkan kegemaran Wakil Presiden Jusuf Kalla (Wapres JK) dan para petinggi pemerintahan, termasuk Presiden dan Gubernur Bank Indonesia dan Ketua OJK yang menghendaki suku bunga harus turu ...

Pendaftaran INDEF School of Political Economy Ditutup

Pendaftaran INDEF School of Political Economy untuk Program Ekonomi Politik Batch I yang akan diselenggarakan pada 29-31 Agustus 2016 ditutup pada tanggal 25 Agustus 2016 pukul 12.00 WIB. Diucapkan terima kasih untuk peserta yang telah mendaftar, bag ...

Indef Nilai RAPBN 2017 Realistis

Ekonom Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Dzulfian Syafrian menilai, RAPBN 2017 menunjukkan bahwa pemerintah mulai realistis dengan perekonomian tahun ini yang masih lemah. Pesimisme ini terlihat baik dari revisi sisi penerimaa ...

Indef: Anggaran Belanja Dipotong, Hati-hati Agar Ekonomi Tidak Drop

Direktur Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Enny Sri Hartati mengatakan perlu adanya antisipasi pemerintah dalam mempertahankan pertumbuhan ekonomi pascapemangkasan anggaran sebesar Rp133,8 triliun di sejumlah lembaga/kementeri ...

Baca juga berita Indef lainnya

Tepat, Alokasi Rp 230 Triliun untuk Infrastruktur, Konektivitas dan Kedaulatan Pangan

Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati menyambut positif postur Rancangan APBN Perubahan 2015 yang disusun pemerintah. Dia menilai langkah pemerintah sudah tepat apabila mengalokasikan tambahan ruang fiskal sebesar Rp 230 triliun y ...