ENGLISH       BAHASA

Institute for Development of Economics and Finance

Berita

20 Juli 2017

Pertarungan Politik Picu Ketimpangan Ekonomi

Jurang ketimpangan ekonomi di Indonesia yang terus menganga tidak hanya disebabkan oleh kurangnya pemerataan pembagian kue ekonomi. Menurut Didik J Rachbini Pakar Ekonom Senior INDEF hal tersebut juga disebabkan oleh pertarungan politik di tingkat pusat.

20 Juli 2017

Pemerintah Perlu Perhatikan Ketimpangan Ekonomi

Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati mengungkapkan, saat ini masih terdapat ketimpangan ekonomi yang perlu diperhatikan pemerintah. INDEF melihat masih ada ketimpangan antara sektor jasa keuangan dan sektor rill, yang mencakup pertanian dan industri pengolahan.

20 Juli 2017

INDEF: Merdeka Mestinya Bebas dari Kemiskinan

Ketimpangan dalam kehidupan di Tanah Air bukan lagi rahasia. Pada berbagai studi, ketimpangan ekonomi didorong oleh ketimpangan kepemilikan aset sehingga terjadi ketimpangan dalam hal produktivitas yang pada akhirnya berdampak pada ketimpangan kesejahteraan.

16 Juli 2017

Ada Apa dengan INDEF?

berita

14 Juli 2017

INDEF Sebut Perbankan Masih Kesulitan Pasca Penerapan GWM-P

berita

11 Juli 2017

INDEF Kritik Program Kedaulatan Pangan Jokowi

Pada awal pemerintahannya di tahun 2014, Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla menargetkan swasembada pangan atas sejumlah pangan strategis seperti padi, jagung, kedelai, dan gula dalam waktu tiga tahun ke depan. Untuk itu, pemerintah meningkatkan anggaran hingga 53,2 persen dari Rp 67,3 triliun di 2014 menjadi Rp 103,1 triliun di 2017.

11 Juli 2017

Era Jokowi, RI Impor 2,74 Juta Ton Beras Senilai Rp15,7 Triliun

Beras merupakan kebutuhan pokok bagi rakyat Indonesia pada umumnya. Sebagai negara yang memiliki lahan yang luas dan subur untuk ditanami padi, bukan merupakan kendala untuk memenuhi kebutuhan pangan di dalam negeri.

11 Juli 2017

Mentan Banggakan Pertanian di Indonesia Tembus Peringkat 21, Indef: Justru Memprihatinkan

Indonesia berhasil menduduki peringkat ke-21 dalam Indeks Keberlanjutan Pangan atau Food Sustainability Indeks (FSI). Data ini dirilis oleh The Economist Intelligent Unit (EIU) dan Barilla Center for Food and Nutrition (BCFN) Foundation yang merupakan lembaga riset dan analisis ekonomi internasional.