Smeaker.com – Kabar baik muncul bagi pemerintah Indonesia ditengah polemik pemilihan calon Kapolri. Presiden Joko Widodo memastikan akan mengumumkan penurunan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) dari Rp 7.600 per liter menjadi Rp 6.400-Rp 6.500 per liter. Pemerintah rencanakan akan mengumumkan penurunan harga baru premium dan solar pada Jumat (16/1/2015).


Presiden Jokowi telah mengumumkan bahwa mulai Senin pekan depan, 19 Januari 2015, harga premium dari Rp7.600 per liter turun menjadi Rp6.600 per liter. Sedangkan solar dari harga Rp7.250 per liter menjadi Rp6.400 per liter.

Penurunan BBM jenis premium dan solar harusnya berdampak pada biaya produksi barang dan juga ongkos transportasi, itu pula yang diharapkan oleh banyak rakyat Indonesia. Seperti yang diketahui, sejumlah kebutuhan pokok dan harga kendaraan umum melonjak naik pada November 2014, saat Jokowi mengumumkan kenaikan hargan BBM.

Kini Presiden Jokowi pun juga berharap bahwa para pengusaha dan distributor barang akan menurunkan harga seiring penurunan harga BBM. “Ini akan saya kejar agar harga ikut turun,” terang Jokowi, Kamis, (15/1/2015).

Menurut Menteri Perdagangan Rahmat Gobel, pemerintah akan menggelar operasi pasar untuk menurunkan harga barang. Agar lebih efektif, pemerintah juga akan menggandeng penegak hukum untuk menindak pedagang nakal. Namun yang persoalannya, “ancaman” Jokowi dan Rahmat belum tentu efektif.

Franky Welirang sebagai direktur di Salim Group, menyampaikan bahwa penurunan harga BBM tidak akan langsung membuat para pengusaha kemudian menurunkan harga Barang. “Jadi tidak dapat ditanya apakah pengusaha akan menurunkan harga barangnya” ujar Franky.

Sedangkan menurut Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Jakarta Safruan Sinungan, bahwa dirinya berjanji, jika harga BBM turun lagi, Organda bersedia menyesuaikan tarif angkutan.

Kalau harga premium turun Rp 1.000 per liter, penurunan tarif angkutan bisa Rp 500,” katanya. Dia kemudian menjelaskan alasan penurunannya yang sedikit yakni dikarenakan harga BBM hanya memiliki porsi 20 persen dari seluruh faktor penentu tarif angkutan.

Hal sama juga disampikan oleh Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati, beliau menilai sulit untuk menurunkan harga barang yang sudah telanjur naik tinggi. Ini disebabakan karena struktur pasar di Indonesia sudah mengarah ke monopoli. Sehingga upaya menurunkan harga barang harus jadi fokus pemerintah. Pemerintah harus mampu membuat terobosan baru, bukan hanya sekadar menaik-turunkan harga BBM.

Sumber: http://smeaker.com/nasional/379/harga-bbm-turun-apakah-harga-barang-juga-menurun/

  • Berita/Post
Indef Administrator
, Indef
The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) is an independent and autonomous research and policy studies institution established on August 1995 in Jakarta
follow me

Leave a Reply

Close