Pada Desember lalu, untuk pertama kali Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan lelang jabatan untuk jabatan eselon I (Direktur Jenderal). Namun, dalam seleksi tersebut banyak muncul keanehan-keanehan bahkan menjurus kecurangan. 

Hal tersebut diungkapkan Mantan Anggota Tim Seleksi Lelang Jabatan Kementerian ESDM, Faisal Basri di acara Carut Marut Tata Kelola Migas Nasional, di Kantor INDEF, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (26/5/2015).

“Pemilihan Dirjen (Direktur Jenderal) Eselon I Kementerian ESDM, kebetulan saya jadi tim seleksinya. Anggota Tim nya keren-keren, ada Suprano Santoso, Nico Kanter, ada Hikmahanto Juwana, ada Lukman Mahfoedz, orang dalam cuma 1 (Sekjen ESDM, Teguh Pamudji), tidak ada intervensi sama sekali,” kata Faisal.

Faisal mengatakan, untuk pertama kali Kementerian ESDM membuka peluang bagi orang non PNS menduduki jabatan eselon I Kementerian ESDM. Dalam perjalanan seleksi terbukan tersebut, ada pihak-pihak yang sengaja berbuat curang.

“Ada bau-bau nggak enak juga. Contohnya waktu kita bikin seleksi, Pak Rida Mulyana diputuskan tetap jadi Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), sudah masuk ke Tim Penilai Akhir (TPA), di situ namanya tetap Pak Rida, tapi pas di Surat Keputusan Presiden-nya (Keppres) ternyata bukan nama Pak Rida yang jadi Dirjen EBTKE, Gila nggak?” ungkap Faisal.

Melihat adanya bau kecurangan tersebut, dalam pelantikan pejabatan eselon I yang dilaksanakan pada Kamis (7/5/2015) lalu, Menteri ESDM Sudirman Said tetap melantik Rida Mulyana, sebagai Dirjen EBTKE, walaupun di dalam Keppres yang menjadi Dirjen EBTKE bukan Rida Mulyana. 

Sudirman Said sebelum pelantikan sudah tahu siapa saja yang lolos TPA termasuk Rida Mulyana, namun di hari pelantikan nama yang muncul untuk Dirjen EBTKE berubah, bukan Rida Mulyana.


“Padahal Pak Sudirman Said malah sudah konfirmasi, nggak ada perubahan kan? (Keppres) sudah sesuai TPA kan? Eh ternyata pas hari H (Kamis saat pelantikan) Keppresnya berbeda. Untuk Pak Mardiasmo (Wamenkeu) sebagai saksi di TPA juga memastikan nama-nama yang menjadi Dirjen. Sehingga pelantikan Pak Rida bisa dikuatkan,” ungkapnya lagi.

Faisal menegaskan, bukti kecurangan-kecurangan tersebut merupakan perbuatan dari para mafia, yang selama ini terancam oleh kepemimpinan Sudirman Said di Kementerian ESDM.

“Ini bukti bahwa Pak Sudirman Said itu jadi ancaman buat mafia-mafia itu,” tegas Faisal.

Seperti diketahui, hasil lelang terbuka jabatan Eselon I Kementerian ESDM mengangkat:

Dirjen Minyak dan Gas (Migas) I gusti Nyoman Wiratmaja Puja
Dirjen Ketenagalistrikan Jarman
Dirjen Mineral dan Batu Bara (Minerba) Bambang Gatot Ariyono
Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Rida Mulyana
Sekjen Dewan Energi Nasional (DEN) Satry Nugraha

Namun, sebelumnya Menteri ESDM Sudirman Said mengungkapkan, Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu yang ikut seleksi jabatan, sebenarnya menempati posisi ranking pertama, untuk menjadi Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara. Namun ternyata gagal.

“Pak Said Didu merupakan peserta yang paling depan. Ranking pertama dalam seleksi rekrutmen jabatan,” ungkap Sudirman kala itu di acara Pelantikan Pejabat Eselon I Kementerian ESDM.

Sudirman mengatakan, meski masuk ranking pertama dalam seleksi jabatan yang dilakukan Panitia Seleksi yaitu Faisal Basri, Lukman Mahfoedz, Hikmahanto Juwana dan lainnya, sayangnya Said Didu gagal di tangan Tim Penilai Akhir (TPA) yang diketuai Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Tapi ketika nama-nama hasil seleksi diserahkan ke TPA, namun Tim TPA memutuskan nama yang lain,” 

Sumber: http://finance.detik.com/

Indef

The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) is an independent and autonomous research and policy studies institution established on August 1995 in Jakarta

Leave a Reply

Close