MigasReview , Jakarta – Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas (TRTKM) Faisal Basri mengatakan, pemerintah lebih baik membubarkan timnya jika hasil rekomendasinya tidak dilaksanakan pemerintah.

Faisal mengacu pada dua rekomendasi TRTKM yang dikatakanya tidak kunjung dilaksanakan oleh pemerintah, yaitu soal pengalihan wewenang Pertamina Energy Trading Ltd (Petral) untuk mengimpor minyak mentah dan bahan bakar minyak (BBM) ke Integrated Supply Chain (ISC) Pertamina dan keputusan pemerintah yang membiarkan harga jual BBM berdasarkan rumus harga pokok BBM yang menurutnya tidak jelas perhitungannya. 

Menurut Faisal, hingga saat ini pemerintah tidak segera mengalihkan kewenangan Petral ke ISC. Faisal memberikan tenggat waktu hingga akhir Januari untuk mengganti manajemen anak perusahaan Pertamina PT Petral.

“Jika sampai akhir Januari tidak diganti juga (kewenangan itu), kami akan melakukan evaluasi. Jika perlu, tim ini dibubarkan saja. Rekomendasi kami berdasarkan fakta-fakta yang jelas tetapi hingga saat ini tidak dijalankan,” ujar Faisal Basri dalam wawancara dengan MigasReview, Selasa (20/01), di Kantor TRTKM.

Ditegaskannya, dari fakta-fakta yang disampaikan oleh TRTKM, tidak ada satu pun pihak yang mampumenyanggahnya.

“Hingga saat ini Petral masih menjalankan bisnisnya as usual. Masih ada trader yang ditelepon oleh orang Petral,” tegas Faisal Basri.

Faisal mengatakan, jika rekomendasi yang dikeluarkan oleh timnya mengenai pengalihan kewenangan Petral tidak dilaksanakan, itu artinya pemerintah membiarkan praktik-praktik impor minyak yang merugikan negara.

Dia menambahkan, jika memang rekomendasi TRTKM tidak juga dilaksanakan dan tim itu tidak dibubarkan, maka Faisal berencana mengundurkan diri.

“Kalau tim nggak bubar, saya yang mengundurkan diri, ucap Faisal.

Faisal mengatakan, dirinya sudah bertemu dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Saidterkait rekomendasinya soal pengalihan kewenangan Petral ke ISC

“Saya sudah minta ke Pak Menteri agar (kewenangan Petral) diganti, tapi tidak diganti juga. Ternyata Sudirman Saiddikibulin. Menteri ESDM sudah berupaya tapi ada ‘hantu-hantu bergentayanganKami menghadapi setan-setanyang banyak yang tidak sanggup dihadapi  tim ini sendirian,” kecam Faisal.

Selain permasalahan Petral, Faisal menyayangkan keputusan pemerintah yang membiarkan harga jual BBM berdasarkan rumus harga pokok BBM yang tidak jelas perhitungannya.  “Pembentukan harga juga masih seperti itu. Rumus yang ngaco masih dipakai. Lalu apa gunanya rekomendasi tim ini?” sindir Faisal.

Ditegaskannya, pejabat-pejabat yang tidak serius dalam melakukan reformasi tata kelola migas harus diganti. (ty)

 

Sumber: http://www.migasreview.com/

  • Berita/Post
Indef Administrator
, Indef
The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) is an independent and autonomous research and policy studies institution established on August 1995 in Jakarta
follow me

Leave a Reply

Close