ENGLISH       BAHASA

Institute for Development of Economics and Finance

Indef Ingatkan BI Agar Hati-Hati Dalam Intervensi Pasar

WE.CO.ID - Ekonom Indef mengingatkan Bank Indonesia (BI) agar berhati-hati dalam mengintervensi pasar untuk menstabilkan nilai tukar rupiah yang kian merosot, untuk menghindari pemainan spekulan.

"Kalau BI tidak hati-hati, ini akan ditangkap negatif atau buruk oleh pasar. Ini yang akan dimanfaatkan spekulan," kata Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati, Rabu (3/7/2013), di Jakarta.

Menurut Enny, BI harus hati-hati dan bijaksana (prudent) dalam mengatur cadangan devisa sebesar US$105,15 miliar.

Dia menjelaskan jika BI tidak menawarkan (offer) ke pasar, berarti BI sudah khawatir. Terlebih, jika kekhawatiran itu didefinisikan negatif oleh pasar, fluktuasi nilai tukar rupiah sulit dirasionalkan kembali.

"Apalagi kalau semua orang berpersepsi negatif, bisa-bisa rupiah di atas Rp10.000," ucapnya.

Enny mengimbau pemerintah untuk mengembalikan surplus neraca perdagangan yang menjadi faktor fundamental dalam kestabilan nilai tukar rupiah serta didukung neraca pembayaran.

"Kalau kinerja neraca perdagangan kita tetap defisit, sangat sulit kalau nilai tukar rupiah akan kembali dalam kondisi stabil," tuturnya.

Menurut dia, pemerintah sering dihadapkan kondisi serba sulit, seperti pembatasan impor holtikultura, tetapi dibatalkan karena menghindari peringatan Amerika Serikat dan China.

Dia berharap pemerintah percaya diri dalam mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang diyakini sebagai stabilisasi terhadap neraca perdagangan yang sulit jika tradisi surplus hilang.

Sementara itu, Pengamat Ekonomi LIPI Latif Adam menilai intervensi BI cukup efektif dalam menangani depresiasi rupiah karena bisa memperbaiki kondisi psikologis investor sebagai jaminan perlindungan.

"Biarkan saja BI itu intervensi karena memberikan dampak psikologis kepada investor, dan dia merasa aman karena ada semacam perlindungan di tengah-tengah gejolak ini," ujarnya.

Selain itu, Latif menjelaskan faktor-faktor lain yakni banyaknya portofolio investment yang menurunkan "net selling" dalam pasar modal.

"Secara relatif, persaingan pasar modal menurun. Strukturnya pun diisi pemain asing yang lebih dominan," katanya.

Namun, menurut Asisten Gubernur BI Hendar masih ada peluang rupiah menguat apabila kenaikan harga BBM berdampak pada pengurangan kebutuhan enerigi.

Hendar juga meyakini investor tidak akan hanya melihat satu sisi, yakni inflasi yang diakibatkan oleh kenaikan BBM menjelang Ramadhan.

"Kenaikan BBM juga belum terlalu berdampak pada inflasi karena basisnya berbeda," tukasnya.

Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu pagi bergerak melemah sebesar 10 poin menjadi Rp9.928 dibanding posisi sebelumnya Rp9.918 per dolar AS.

Pelemahan tersebut didorong minimnya sentimen positif di pasar uang, namun tekanan tersebut masih terjaga

Sumber: Warta Ekonomi Online

 

Posting Date: 7/9/2013 11:02:00 AM [admin]

INDEF Sebut Perusahaan di Sulawesi Tenaga Kerja 100 Persen WNA

Pengamat ekonomi dari INDEF Enny Sri Hartati menjelaskan ada perusahaan di Sulawesi mempekerjakan seluruh pegawainya WNA.

Impor Jagung, Bulog Bisa Gandeng Swasta

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finances (Indef) Enny Sri Hartati mengatakan, berkaitan dengan kebijakan pemerintah dalam pengaturan impor jagung dan kedelai ini perlu dipertimbangkan secara rasional dan terukur. Dirinya ...

Komisi IV DPR Soroti Perbedaan Data Impor Jagung di Dua Kementerian

Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Viva Yoga Mauladi menyoroti perbedaan data antara Kementerian Pertanian (Kementan) dengan Kementerian Koordinasi Bidang Perekonomian mengenai importisasi jagung.

Sistem Kuota Impor Jagung dan Kedelai Diragukan

Banyak kalangan meragukan keberhasilan kebijakan pemerintah yang mengubah sistem importasi jagung dan kedelai dengan mekanisme kuota. Keraguan tersebut karena masih ada pro kontra terhadap akurasi data terhadap dua komoditi tersebut.

Banyak Syarat Capai Swasembada Jagung dan Kedelai

Pemerintah telah mencanangkan program swasembada jagung dan kedelai pada tahun 2017. Untuk mencapai target tersebut tak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak syarat yang harus dipenuhi. Direktur INDEF Enny Sri Hartati menilai pemerintah perlu ...

Also read this Indef News

berita

enny