Pengamat dan Peneliti bidang ekonomi dari INDEF, Enny Sri Hartati memandang Infrastruktur berkontribusi terhadap peningkatan kelancaran distribusi barang dan jasa, penciptaan lapangan kerja, peningkatan daya saing, pemerataan pembangunan, peningkatan konektivitas antar daerah serta mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Jadi, dalam jangka panjang, ekonomi Indonesia bisa bukan hanya tumbuh, namun juga merata di setiap daerah,” terang Sri dalam seminar nasional kajian tengah tahunan (KTT) INDEF 2012 dengan tema “Efektivitas Fiskal, Percepatan, Infrastruktur dan Intermediasi Perbankan” di Hotel Pullman, Jakarta, Selasa (19/6/2012).

Kendati demikian, dirinya menjelaskan, pembangunan infrastruktur di Indonesia belum merata. “Karena kan porsi anggaran untuk fisik infrastruktur masih kecil. Sebagian besar justru terserap ke pos-pos seperti pembayaran jasa konsultan, perencanaan, monitoring dan supervisi,” jelasnya.

Menanggapi fenomena tersebut, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI (2010-2014) yang mebidangi Keuangan dan Perbankan, Harry Azhar Azis mensinyalir, tidak adanya perangkat undang-undang yang membahas secara jelas mengenai pembangunan infrastruktur sebagai biang keladi terhambatnya pembangunan tersebut.

“Kami tidak punya undang-undang yang membahas tentang infrastruktur, yang adalah undang-undang tentang jalan, undang-undang tentang pelabuhan, tapi kami tidak punya undang-undang tentang pembangunan infrastruktur. Itu kelemahan sistem,” jelas Harry dalam kesempatan yang sama.

Makanya, kekuatan politik menjadi penentu dalam mensukseskan pembangunan kearah tersebut. Meski dirinya uia mengakui saat ini konsentrasi partai politik tidak mengarah ke pembangunan Infrastruktur. “Konsen parpol dan Presiden tidak telalu besar di bidang infrastruktur,” tambah Harry lagi.

  • Berita/Post
Indef Administrator
, Indef
The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) is an independent and autonomous research and policy studies institution established on August 1995 in Jakarta
follow me

Leave a Reply

Close