JAKARTA-Menko Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan, pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi akhir-akhir ini akibat membaiknya perekonomian Amerika Serikat (AS). Tren perbaikan ekonomi negara adidaya itu, mendorong mata uang dolar AS ’pulang kampung.’

“Gejala pelemahan rupiah ini bukan gejala spesifik di Indonesia. Orang mengatakan mega tren, dolar itu pulang kampung karena ekonomi AS ternyata bagus sekali,” kata Sofyan di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Senin (15/12).

Dia mengatakan, investor cenderung beralih mengoleksi mata uang dolar karena peluang mendapat gain sangat terbuka. “Oleh sebab itu, dolar mulai kembali ke AS. Itu yang menyebabkan depresiasi mata uang, bukan hanya Indonesia,” kata dia.

Dia mengatakan, selama periode Desember 2013- Desember 2014, berdasarkan data year-on-year, rupiah hanya terdepresiasi sebesar 2,5%. Sementara itu, Yen Jepang 15%, Bath Thailand sekitar 6%, Ringgit Malaysia ringgit 5-6%. “Seluruh mata uang dunia mengalami hal yang sama,” jelas dia.

Depresiasi mata uang regional kemungkinan akan berlanjut menjelang pertemuan terakhir Bank Sentral AS, pada tahun ini, pada 19 Desember. “Kalau keputusan FOMC, misalnya, mau menaikkan suku bunga The FED, investasi dolar jadi lebih menarik lagi,” kata Sofyan. (nov)


Sumber: Postssatu.com

  • Berita/Post
Indef Administrator
, Indef
The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) is an independent and autonomous research and policy studies institution established on August 1995 in Jakarta
follow me

Leave a Reply

Close