JAKARTA – Ekonom Senior Bank Mandiri Andry Asmoro memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2015 akan mencapai 5,3 persen, lebih rendah dibandingkan prediksi sebelumnya 5,6 persen.

Menurut Andry di Jakarta, Selasa, pertumbuhan ekonomi 2015 tidak akan setinggi yang diharapkan karena Indonesia masih dihadapkan dengan masalah utama yakni neraca transaksi berjalan yang masih defisit.

“Ke depan kita masih dihadapkan dengan masalah defisit transaksi berjalan. Walaupun defisit sudah berkurang, namun masih lebih tinggi dibandingkan level kesinambungannya (2,5 persen dari PDB),” ujarnya saat paparan “Economic Outlook & Condition for 2015”.

Dia memperkirakan, defisit transaksi berjalan pada 2015 akan mencapai 2,8 persen dari PDB, naik dibandingkan prediksi ia sebelumnya yakni 2,5 persen dari PDB “Defisit transaksi berjalan pada tahun depan akan membaik (dibandingkan 2014), tapi tidak banyak,” kata Andry.

Salah satu faktor yang membuat defisit transaksi berjalan bergerak positif yakni kebijakan pemerintah yang menaikkan harga BBM. Kebijakan tersebut dapat membuat impor BBM turun 1,2 miliar dolar AS atau sekitar 0,1-0,2 dari PDB.

“Selain itu, investasi infrastruktur memang akan jalan mulai tahun 2015, namun sebagian besar itu kan perlu barang modal dan itu harus impor,” kata Andry.

Andry menambahkan, pihaknya memang tidak seagresif pemerintah melihat proyeksi perkembangan investasi di sektor infrastruktur pada 2015 mendatang karena dampaknya tidak akan dapat langsung dirasakan secara instan.

“Proyeksi investasi 2015 kita ’cut’ ya, dari 7,9 persen menjadi 6,2 persen. Karena ketika berbicara infrastruktur dan investasi, dampaknya bukan hanya 3 atau 6 bulan, jadi belum bisa terlihat,” kata Andry.

Untuk proyeksi pertumbuhan ekonomi pada 2014 sendiri, Andry memperkirakan pertumbuhan akan mencapai 5,1 persen, revisi dari proyeksi sebelumnya 5,3 persen. (ID/ant/ths)


Sumber: id.Postssatu.com

  • Berita/Post
Indef Administrator
, Indef
The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) is an independent and autonomous research and policy studies institution established on August 1995 in Jakarta
follow me

Leave a Reply

Close