Anggota Komite Ekonomi Nasional, Irzan Tandjung, mengakui penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sarat kepentingan politis, terutama dari legislatif. “Saya tidak yakin DPR di negara lain mengurusi anggaran sampai detail, sehingga bagi saya, masalah APBN kita tidak lepas dari struktur perpolitikan,” katanya kepada wartawan dalam seminar Efektivitas APBN dan Kesenjangan Ekonomi di Gedung Energi, Jakarta, Kamis, 21 Februari 2013. Minimnya kepemimpinan atau leadership dalam penyusunan APBN memberikan celah tindak pidana korupsi. “Berbeda dengan negara lain. Di Amerika, anggaran itu ada di otoritas tertinggi, terlepas dari birokrasi yang berbelit-belit,” katanya. Irzan menambahkan, kendali terhadap APBN juga penting, terutama dalam mengendalikan dan mengawasi realisasi proyek-proyek pemerintah. Contohnya adalah keberhasilan Cina yang menjadi negara terkuat karena sistem APBN-nya yang terpusat sehingga terhindar dari kepentingan banyak pihak. “Misalnya ada proyek pembangunan daerah yang macet, maka Beijing menegur langsung,” katanya. 

Pengamat ekonomi dari Institute Development Ekonomi and Finance (INDEF), Didik J. Rachbini, mengatakan, struktur APBN cenderung rapuh. Belanja pegawai dari tahun ke tahun semakin meningkat pesat, belanja subsidi juga besar. “Belanja modal tertekan, akhirnya pembangunan infrastruktur macet dan terlambat di mana-mana,” katanya. Alokasi APBN tahun lalu dinilai tak efisien. Direktur INDEF Enny Sri Hartati menjelaskan bahwa sebesar 63 persen dari belanja negara dialokasikan untuk birokrasi, sementara anggaran sektor ekonomi sebesar 11,6 persen. Ia membandingkan dengan Thailand, yang mengalokasikan sebanyak 20,5 persen dari APBN untuk pengembangan perekonomian. “Dengan fungsi ekonomi 20,5 persen dari APBN-nya, artinya sektor-sektor industri Thailand berkembang. Buktinya sektor agrikultur mereka maju, makanya kita impor beras dari Thailand.”

Indef

The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) is an independent and autonomous research and policy studies institution established on August 1995 in Jakarta

Leave a Reply

Close