VIVAnews – Keputusan pemerintah untuk menaikkan tarif
13 ruas tol yang mulai diberlakukan hari ini, Jumat 11 Oktober 2013
dinilai tidak tepat. Sebab, saat ini, Indonesia tengah berupaya menjaga
stabilitas fundamental ekonomi.

Direktur Eksekutif Indef, Enny Sri Hartati, kepada VIVAnews,
Jumat 11 Oktober 2013 mengungkapkan, dampak dari kenaikan tarif tol
tersebut memang tidak terlalu terasa menghantam daya beli masyarakat.

Namun,
momentum kenaikannya yang berbarengan dengan kenaikan tarif dasar
listrik (TDL) pada bulan ini, menciptakan efek berantai pada masyarakat.
“Dampak inflasi dari kebijakan kenaikan harga BBM juga belum mereda.
Pada akhirnya, kenaikan tarif tol ini akan memengaruhi daya beli,”
ujarnya.

Untuk itu, menurut dia, banyak pekerjaan rumah
pemerintah guna menjaga laju inflasi hingga ahkir tahun ini. Pemerintah
diharapkan dapat mengambil kebijakan yang lebih berhati-hati, dan
memikirkan seluruh aspek, khususnya yang menyangkut kepentingan
masyarakat.

“Semestinya, harga-harga yang diatur pemerintah,
untuk sementara distabilkan dulu. Jika ini bisa dilakukan, dengan
tekanan ekonomi saat ini, daya beli masyarakat tetap terjaga,”
ungkapnya.

Seperti diketahui, mulai hari ini, kenaikan tarif
berlaku pada 13 ruas jalan tol. Kenaikan tarif berlaku berdasarkan
keputusan Menteri Pekerjaan Umum
Nomor 394/KPTS/M/2013.

Berikut adalah rincian kenaikan tarif tol golongan I.
1. Tol Jagorawi dari Rp7.000 jadi Rp8.000
2. Tol Jakarta-Tangerang Rp4.500 jadi Rp5.000
3. Tol JORR Rp7.500 jadi Rp8.500
4. Tol Padalarang-Cileunyi Rp7.000 jadi Rp8.000
5. Tol Semarang seksi ABC tetap Rp2.000
6. Tol Surabaya-Gempol Rp3.500 jadi Rp4.000
7. Tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang Rp29.500 jadi
Rp34.000
8. Tol Palimanan-Plumbon-Kanci Rp9.000 jadi Rp10.000
9. Tol Serpong-Pondok Aren Rp4.500 jadi Rp5.000
10. Tol Belawan-Medan-Tanjung Morawa Rp5.500 jadi
Rp6.500
11. Tol Tangerang-Merak Rp31.000 jadi Rp36.000
12. Tol Ujung Pandang tahap I dan II Rp2.500 jadi Rp3.000
13. Tol Pondok Aren-Bintaro-Viaduct-Ulujami tetap
Rp2.500.

Sumber: Vivanews.com

  • Berita/Post
Indef Administrator
, Indef
The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) is an independent and autonomous research and policy studies institution established on August 1995 in Jakarta
follow me

Leave a Reply

Close