REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data terbaru, bahwa indeks harga konsumen atau IHK mengalami deflasi pada bulan Februari 2015 lalu. Deflasi terjadi sebesar 0,36 persen. Pengamat ekonomi dari Universitas Brawijaya Ahmad Erani Yustika menilai, deflasi masih terjadi karena efek dari penurunan harga BBM pada Januari lalu masih terasa.

 

“Angka deflasi itu kan akumulasi dari penilaian lebih dari 60 komoditas. Kalau komoditas beras saja memang tidak mungkin deflasi soalnya dia naik. Tapi penilaian deflasi itu ada banyak faktor. Analisa saya, deflasi Februari masih akibat dari penurunan harga BBM,” ujar Ahmad, Senin (2/3).

Mengenai kenaikan harga BBM jenis premium pada 1 Maret lalu, Ahmad menilai kenaikan ini akan memberikan perubahan nilai inflasi bulan Maret. “Meski tidak terlalu besar mungkin. Tapi harus diakui kalau inflasi tidak semata mata karena harga BBM,” ujarnya.

Sumber: http://www.republika.co.id

Indef

The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) is an independent and autonomous research and policy studies institution established on August 1995 in Jakarta

Leave a Reply

Close