Motif dari invasi yang dilakukan Amerika Serikat ke Irak dalam perang tahun 2003 ini bagi mayoritas masyarakat internasional belum jelas dan tidak logis. Berbagai argumen resmi yang disampaikan pemerintah Amerika Serikat kehadapan publik juga berubah-ubah, mulai dari keharusan pelucutan senjata “pemusnah masal” yang dimiliki Irak sampai pada alasan kepentingan demokratisasi dalam rezim pemerintahan Irak.

Sementara itu, ada berbagai analisis lain dari para pakar dan pengunjuk rasa bahwa motif invasi Amerika Serikat ini

berlatar belakang “kolonisasi ladang minyak” serta perseteruan mata uang US Dolar dengan mata uang Euro. Selain itu muncul tuduhan naif dan emosional, bahwa invasi Amerika Serikat ke Irak ini hanya “balas dendam keluarga” dari seorang presiden Amerika Serikat bernama George Walter Bush, karena bapaknya (George Bush) tidak menuntaskan perang dengan Irak pada tahun 1991.

Indef

The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) is an independent and autonomous research and policy studies institution established on August 1995 in Jakarta

Leave a Reply

Close