Mengurai dan Menjinakkan Kartel Ekonomi

Ketahanan pangan Indonesia masih sangat rentan. Kondisi itu dibuktikan dengan rendahnya indeks keterjangkauan pangan (affordability), ketersediaan pangan (availability), serta kualitas pangan

Menyoal Efektifitas APBNP 2014 Mengatasi Perlambatan Ekonomi

Rutinitas pembahasan APBNP kembali berulang. Hampir setiap pertengahan tahun APBN senantiasa dilakukan revisi. Tak terkecuali hari ini Pemerintah kembali mengajukan APBNP 2014 ke DPR. Penyebabnya hampir bisa dipastikan bahwa asumsi makroekonomi dalam APBN yang telah disepakati sendiri oleh Pemerintah dan DPR meleset dari target. Padahal APBN mempunyai peran dan fungsi strategis, tidak saja sebagai dokumen perencanaan tapi merupakan cerminan dari politik anggaran dan arah kebijakan fiskal.

Kontroversi Kebijakan Gula Nasional

Diskusi publik tentang pajak impor gula (bea masuk) sebesaar 0 persen ke pasar domestik sungguh kontroversial. Menurunnya harga eceran gula pasir di dalam negeri karena impor bebas terserebut, bukannya disambut dengan gembira, tetapi justru ditentang habis-habisan dan bahkan berkembang menjadi isu nasional yang cukup kontroversial.

Tata Niaga Cengkeh

Dunia percengkehan Indonesia hampir tak pernah sepi dari campur tangan pemerintah. Berawal dari tekad pemerintah untuk mewujudkan swasebada cengkeh dengan mengkampanyekan penanaman pohon cengkeh.

Ekonomi Politik Industri Tepung Terigu

Industri tepung terigu merupakan industri strategis karena memiliki "backward and forward linkeages" yang kuat dengan kegiatan ekonomi lain dan juga melibatkan konsumen di hampir semua lapisan masyarakat.

Efektifitas APBN dan Kesenjangan Ekonomi

Di tengah melambatnya kinerja perekonomian global, pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga Triwulan III-2012 mencatatkan diri sebagai nomor dua di Asia. Cemerlangnya pertumbuhan ekonomi ini juga diikuti oleh kinerja indikator ekonomi lainnya. Namun, gemilangnya kinerja makro ekonomi Indonesia sepanjang 2012 tersebut terasa rapuh, karena tidak segera tertransmisikan pada perbaikan tingkat kesejahteraan masyarakat secara nyata.

Efektifitas APBN dan Kesenjangan Ekonomi

Di tengah melambatnya kinerja perekonomian global, pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga Triwulan III-2012 mencatatkan diri sebagai nomor dua di Asia. Cemerlangnya pertumbuhan ekonomi ini juga diikuti oleh kinerja indikator ekonomi lainnya. Namun, gemilangnya kinerja makro ekonomi Indonesia sepanjang 2012 tersebut terasa rapuh, karena tidak segera tertransmisikan pada perbaikan tingkat kesejahteraan masyarakat secara nyata.

Reformulasi Kebijakan Anggaran Sebagai Upaya Mengatasi Kesenjangan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi Indonesia nomor dua di Asia, yaitu sebesar 6,23 persen. Inflasi di angka 4,3 persen yoy (year on year) per Desember 2012; Nilai tukar stabil, Rp9.704 per dollar Amerika Serikat per Desember 2012; Serta cadangan devisa yang mencapai US$110.297 juta per Oktober 2012.
Close