Menyoal Efektifitas APBNP 2014 Mengatasi Perlambatan Ekonomi

Rutinitas pembahasan APBNP kembali berulang. Hampir setiap pertengahan tahun APBN senantiasa dilakukan revisi. Tak terkecuali hari ini Pemerintah kembali mengajukan APBNP 2014 ke DPR. Penyebabnya hampir bisa dipastikan bahwa asumsi makroekonomi dalam APBN yang telah disepakati sendiri oleh Pemerintah dan DPR meleset dari target. Padahal APBN mempunyai peran dan fungsi strategis, tidak saja sebagai dokumen perencanaan tapi merupakan cerminan dari politik anggaran dan arah kebijakan fiskal.

Nilai Tukar Rupiah Kembali Mengalami Pelemahan

Februari hingga awal Maret 2015 diwarnai dengan melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat. Sepanjang 9 Februari hingga 9 Maret, kurs Rupiah berada pada kisaran 12.600 hingga menembus 13.000. Penurunan nilai mata uang juga terjadi di negara-negara maju seperti Jepang, China, Korea Selatan.

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2014 Tumbuh Melambat

Perekonomian Indonesia pada 2014 hanya tumbuh 5,02%, melambat dari tahun sebelumnya yang mencapai 5,58%. Jika dibandingkan dengan triwulan IV-2013, ekonomi Indonesia pada triwulan IV-2014 hanya tumbuh 5,01%. Penyebab terjadinya kontraksi ekonomi pada triwulan IV-2014 antara lain di dorong oleh dampak kenaikan harga BBM menjelang akhir tahun dan dipengaruhi oleh musiman beberapa komoditi pertanian yang telah melewati musim panen.

Proyeksi Ekonomi Indonesia 2015: Tantangan Kabinet Kerja Memenuhi Ekspektasi

Proyeksi Ekonomi INDEF 2015 kali ini bertepatan dengan awal Pemerintahan baru Indonesia. Perhatian publik pun tidak terlepas dari harapan yang tinggi atas program-program yang telah dijanjikan semasa kampanye. Salah satu harapan besar publik terhadap Pemerintahan baru adalah adanya perbaikan ekonomi Indonesia secara menyeluruh. Platform ekonomi kerakyatan yang diusung Pemerintah Jokowi-JK diharapkan mampu menjawab tantangan dan permasalahan ekonomi bangsa ini.
Close