JAKARTA, kabarbisnis.com: Tren inflasi setiap akhir tahun dinilai cenderung meningkat. Faktor musiman yaitu Hari Raya Natal dan Tahun baru dianggap menjadi penyebab terkereknya angka inflasi itu.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat besaran inflasi pada Desember 2013 mencapai angka 0,55 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibanding inflasi November 2013 yang mencapai 0,12 persen.

Kemudian mundur satu tahun pada Desember 2012, BPS mencatat inflasi berada pada kisaran 0,54 persen. Angka tersebut lebih tinggi ketimbang angka inflasi 0,07 pada November 2012.

Pengamat Ekonomi dari Indef Enny Sri Hartati mengatakan, inflasi 2014 juga cenderung meningkat. Terutama Desember ini inflasi akan kembali melonjak bukan hanya karena Natal dan Tahun baru.

“Ada faktor lain dari dampak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Kalau tanpa kenaikan BBM saja sudah pasti (inflasi) naik karena musiman natal dan tahun baru, apa lagi ini BBM baru dinaikkan,” paparnya, Jumat (26/12/2014).

Pihaknya memprediksi inflasi bulan Desember mencapai 2 persen. Level ini akan mulai menurun pada Januari tahun depan. “Nanti Januari akan menurun lagi,” tandasnya.

Sumber: http://www.kabarbisnis.com/

  • Berita/Post
The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) is an independent and autonomous research and policy studies institution established on August 1995 in Jakarta
×
The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) is an independent and autonomous research and policy studies institution established on August 1995 in Jakarta

Leave a Reply

Close